Woensdag, 29 Mei 2013

SUCIKAN HARTAMU DENGAN SHADAQAH

Sedekah pada dasarnya mengeluarkan rezeki di jalan yang dituntunkan Allah SWT. Dimana rezeki tersebut dikeluarkan untuk membantu orang-orang yang lebih membutuhkan. Dalam setiap penghasilan yang kita peroleh ada hal orang lain di dalamnya. Oleh karena itu sudah sepantasnya jika kita kemudian mengeluarkan sebagian penghasilan yang kita miliki untuk sedekah.

Apalagi sedekah juga dapat digunakan untuk mensucikan harta yang dimiliki sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. At-Taubah :103, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendo’akan untuk mereka. Sesungguhnya dia kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka, dan Allah Mendengar lagi maha Mengetahui.” 

Tentang sedekah yang bisa digunakan untuk mensucikan harta? Tidak ada salahnya untuk selalu bersedekah.
Tentang sedekah yang dapat mengganti rezeki yang dikeluarkan
Tentang sedekah yang dapat mengganti rezeki yang yang dikeluarkan sebagai sedekah atau tenaga yang dikeluarkan untuk sedekah itu semata-mata karena kuasa-Nya.
Meskipun memang dalam QS. Saba’:39 dijelaskan, “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya). Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.”
Hanya saja kita tidak sepantasnya mengharapkan ganti atas apa yang kita keluarkan. Baik harta, tenaga atau apapun yang bisa kita sedekahkan termasuk segelas air putih. Tentang sedekah yang bisa mengganti atau melipatgandakan rezeki kita, itu adalah kehendak-Nya semata, karena kita hanya perlu bersedekah tanpa ada keraguan sedikitpun.

Tentang sedekah yang amalannya tidak akan terputus
Tentang sedekah yang amalannya tidak akan terputus saat meninggal dunia juga telah dijanjikan.
Rasulullah Saw bersabda, “Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakan kedua orang tuanya.”(HR. At-Tirmidzi).

Seperti yang diketahui umat muslim bahwasanya setiap harta yang kita miliki pasti tidak akan dibawa saat ajal datang menjemput. Harta kita akan ditinggalkan untuk ahhli waris. Sementara harta yang akan dibawa adalah harta yang telah kita sedekahkan semasa massih hidup. Ketika meninggal sudah tidak ada yang bisa kita lakukan untuk beribadah. Maka sudah selayaknya saat masih bisa menghirup udara untuk selalu meningkatkan kualitas ibadah kita. Selain itu juga tetap ikhlas secara rutin melakukan sedekah karena itu adalah harta yang bisa kita bawa hingga akhirat. Tentang sedekah yang amalannya tidak akan terputus saat ajal menjemput? Jangan tunda lagi untuk melakukan sedekah.